Traditional, Wedding

Mangulosi dalam Pernikahan Adat Batak

Grece dan Sintong, Batak tradition Wedding (43)
Picture: Epic Photo

Kain Ulos merupakan salah satu item penting dalam pesta pernikahan Adat Batak (Marunjuk). Ulos tidak hanya diberikan kepada mempelai, tetapi juga kepada kerabat yang hadir dalam pernikahan tersebut. Bagi Suku Batak, kain tenun ini merupakan  simbol kehangatan. Mangulosi (pemasangan ulos) merupakan puncak dari acara marunjuk ini. Prosesi Mangulosi ini mengambil porsi paling besar dalam rangkaian pesta pernikahan tersebut. Kain Ulos dipasangkan sembari memberikan wejangan-wejangan. Mangulosi inilah yang menurut Rebebekka (thebridedept.com) sebagai bagian yang paling mengurus air mata. Biasanya orang tua mempelai akan mengalungkan Ulos  sembari menyanyikan “borhat ma da inang”. Lagu Batak ini lirik-liriknya mengandung arti bahwa orangtua telah mengikhlaskan anaknya untuk “berangkat” ke kehidupan selanjutnya bersama sang suami. Sebuah moment yang khidmat dan sangat mengharukan. Seperti yang diabadikan Epic Photo di Pernikahan Grace dan Sintong, yang dilangsungkan di Hotel Grand Clarion Makassar.

JACK5734
Picture: Epic Photo

Sebagai simbol penyalur berkat, Kain Ulos tidak hanya digunakan dalam Acara adat pernikahan. Tapi juga dalam acara-acara adat lainnya. Ulos yang telah menjadi hal yang identik dengan Suku Batak, memiliki beragam jenis dengan peruntukan yang berbeda-beda. Selayaknya hal sacral lain, pemberian Kain Ulos tidak boleh sembarangan. Menurut Tradisi Batak, yang dapat memberikan atau menerima Ulos adalah orang-orang yang telah menikah.

Dalam acara pernikahan ada beragam jenis Ulos yang hadir, seperti Jenis Ulos Pasamot dan Ulos Holong. Rebebekka menuliskan Ulos Pasamot diberikan kepada orang tua pengantin pria dari orang tua pengantin wanita. Ulos Holong diberikan pihak keluarga wanita kepada kedua mempelai sebagai bentuk kasih sayang. Sementara bagi yang belum menikah menurut Rebebekka diberikan Ulos Tonin Sodari berupa uang di dalam amplop yang pada hakikatnya merupakan pengganti ulos. Masih banyak jenis-jenis Ulos lain yang diterima maupun diberi dalam Marunjuk.

Rumit, panjang, dan membingunkan tentunya. Namun semua prosesi dalam acara adat yang penuh makna ini menjadi sarana bagi mereka yang hadir untuk saling mendekatkan dan mengakrabkan diri satu sama lain. Horas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s