Pre Wedding

Baju Bodo dan Jas Tutup, Pilihan Konsep Pre-Wedding

Masa-masa mendekati waktu pernikahan merupakan waktu yang sangat penting bagi calon pengantin. Ada banyak persiapan dan proses yang harus mereka lewati terlebih dahulu. Salah satu bagian penting adalah melakukan pre-wedding session. Foto pre-wedding menjadi bagian tidak terpisahkan dari pernikahan itu sendiri. Beberapa calon pengantin melakukan foto pre-wedding untuk mengenang momen sebelum pernikahan. Bahkan kebanyakan dari mereka melakukan sesi foto tersebut untuk selanjutnya digunakan sebagai penghias undangan pernikahan atau dipajang di aula pernikahan.

Tidak sedikit calon pengantin yang kemudian bingung dengan konsep yang akan digunakan dalam sesi pre-wedding tersebut. Karena tuntutan bahwa momen tersebut harus terkenang dengan konsep yang unik dan menarik. Tapi tenang saja, ada banyak konsep yang romantis, penuh makna, dan tidak terlalu ribet. Salah satu yang paling sering digunakan oleh calon pengantin adalah menggunakan pakaian adat tradisional.

Pakaian adat Bugis-Makassar merupakan pilihan konsep yang cukup populer di antara klien Epic Photo. Cerah dan warna-warni merupakan kesan pertama saat kita melihat Pakaian adat Bugis-Makassar. Salah satu pasangan yang memilih menggunakan Pakaian adat di pre-wedding session mereka adalah Chaliq dan Shaly.  Mereka memilih menggunakan pakaian adat traditional Bugis-Makassar yakni baju bodo dan jas tutup.  Dengan memadukan warna hijau dan kuning, sehingga menimbulkan kesan kehangatan dan rasa bahagia.

Chapunk dan chali preweddingl portrait studio-43
Pre-wedding Session Chaliq and Shaly

Baju bodo merupakan pakaian adat bugis Makassar yang berbentuk baju kurung tipis. Warnanya pun sangat beragam.  Dulu, baju bodo dan warnanya digunakan oleh perempuan berdasarkan strata sosialnya. Warna hijau diperuntukkan untuk puteri bangsawan, warna merah darah untuk gadis remaja, warna putih untuk inang pengasuh, dan warna-warna lainnya. Namun dengan perkembangan zaman, aturan penggunaannya tidak lagi memandang siapa yang memakai. Warnanya pun jadi lebih beragam dan dipadankan dengan hiasan-hiasan yang menambah kesan anggun pada baju tersebut. Baju bodo juga dilengkapi dengan sima’, yaitu hiasan pada bagian lengan yang juga berfungsi sebagai pengikat. Baju bodo tidak lengkap tanpa dilengkapi dengan lipa’ sa’be, kain khas Bugis-Makassar.

Jika wanita menggunakan baju bodo, maka pria menggunakan jas tutup yang dalam bahasa Bugis-Makassar disebut jas tutu’. Pakaian tradisional ini berbentuk baju lengan panjang, dengan kantong di kedua sisinya. Ditambah juga dengan kancing yang biasanya berwarna emas atau silver. Pakaian adat pria juga dilengkapi dengan lipa sa’be sebagai bawahannya. Selain bawahan, terdapat juga hiasan kepala yang disebut songko’.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Selain Chaliq dan Shaly ada juga beberapa pasangan yang menggunakan Pakaian Adat Bugis-Makassar pada sesi foto pre-wedding mereka. Konsep ini banyak digunakan karena kesannya yang simple sekaligus anggun. Pilihan yang tepat untuk calon mempelai yang mencari konsep yang penuh makna namun tidak ribet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s